Get Adobe Flash player
  • 1451090365_stop_calo.jpg
  • 1451090780_jam_kerja.jpg
  • 1451091076_prosedur_perkara.jpg
  • 1451091085_prosedur_informasi.jpg

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

1.Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar’iah dalam tenggang waktu :
a.14 (empat belas) hari, terhitung mulai hari berikutnya dari hari pengucapan putusan, pengumuman/pemberitahuan putusan kepada yang berkepentingan;
b.30 (tiga puluh) hari bagi Pemohon yang tidak bertempat di kediaman di wilayah hukum pengadilan agama/mahkamah syar’iah yang memutus perkara tingkat pertama. (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947).
2.Membayar biaya perkara banding (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947, Pasal 89 UU No. 7 Tahun 1989).
3.Panitera memberitahukan adanya permohonan banding (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947)
4.Pemohon banding dapat mengajukan memori banding dan Termohon banding dapat mengajukan kontra memori banding (Pasal 11 ayat (3) UU No. 20 Tahun 1947)
5.Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah permohonan diberitahukan kepada pihak lawan, panitera memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk melihat surat-surat berkas perkara di kantor pengadilan agama/mahkamah syar’iah (Pasal 11 ayat (1) UU No. 20 Tahun 1947).
6.Berkas perkara banding dikirim ke pengadilan tinggi agama/mahkamah syar’iah provinsi oleh pengadilan agama/mahkamah syar’iah selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterima perkara banding.
7.Salinan putusan banding dikirim oleh pengadilan tinggi agama/mahkamah syar’iah provinsi ke pengadilan agama/mahkamah syar’iah yang memeriksa perkara pada tingkat pertama untuk disampaikan kepada para pihak.
8.Pengadilan agama/mahkamah syar’iah menyampaikan salinan putusan kepada para pihak.
9.Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap maka panitera :
a.Untuk perkara cerai talak :
1)Memberitahukan tentang Penetapan Hari Sidang penyaksian ikrar talak dengan memanggil Pemohon dan Termohon.
2)Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.
b.Untuk perkara cerai gugat :
Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.
PROSES PENYELESAIAN PERKARA :
1.Berkas perkara banding dicatat dan diberi nomor register;
2.Ketua pengadilan tinggi agama/mahkamah syar’iah provinsi membuat Penetapan Majelis Hakim yang akan memeriksa berkas;
3.Panitera menetapkan panitera pengganti yang akan membantu majelis;
4.Panitera pengganti menyerahkan berkas kepada ketua majelis;
5.Panitera pengganti mendistribusikan berkas perkara ke Majelis Hakim Tinggi;
6.Majelis Hakim Tinggi memutus perkara banding;
7.Salinan putusan dikirimkan kepada kedua belah pihak melalui pengadilan tingkat pertama.

Last Updated (Monday, 06 June 2011 05:01)

 
WAKIL KETUA

FOTO HAKIM DAN PEGAWAI
  • 3.jpg
  • 9.jpg
  • 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 17a.jpg
  • 19a.jpg
  • 23.jpg
  • 24.jpg
  • 26.jpg
  • 27.jpg
  • 28.jpg
  • 29.jpg
  • 30.jpg
  • 31.jpg
  • 33.jpg
  • 34.jpg
Kinerja PA Pinrang
Efektifkah Kinerna Pengadilan Agama Pinrang ?
 
Online
We have 35 guests online
Statistik Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini89
mod_vvisit_counterKemarin113
mod_vvisit_counterMinggu ini860
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin1005
mod_vvisit_counterBulan Ini2354
mod_vvisit_counterBulan Kemarin8524
mod_vvisit_counterSeluruh Hari976196

We have: 36 guests online
Your IP: 34.204.191.31
 , 
Today: Oct 18, 2019
Top 3:
Unknown flag 61%Unknown (3522)
Indonesia flag 7%Indonesia (395)
Ukraine flag 6%Ukraine (371)
5812 visits from 72 countries
Link